Pembelajaran Kimia Di SMA

pembelajaran kimia yang seharusnya dilakukan di SMA !
Pelajaran kimia merupakan salah satu pelajaran yang memiliki karakteristik tersendiri dan memerlukan keterampilan dalam memecahkan masalah-masalah ilmu kimia yang berupa teori, konsep, hukum, dan fakta. Salah satu tujuan pembelajaran ilmu kimia di SMA adalah agar siswa memahami konsep-konsep kimia dan saling keterkaitanya serta penerapanya baik dalam kehidupan sehari-hari maupun teknologi. Oleh sebab itu, siswa diharapkan mampu memahami dan menguasai konsep-konsep kimia.Dan diantaranya ada siswa yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal-soal kimia.Dan untuk mengatasi kesulitan–kesulitan siswa tersebut dalam mengerjakan soal-soal kimia maka dapat kita terapkan metode pembelajaran yang tepat, yang sesuai dengan situasi dan materi yang akan disampaikan agar pembelajaran berlangsung secara efektif dan efisien dengan membuat siswa aktif, lebih banyak berpikir, mudah berinteraksi dengan guru maupun dengan temannya, serta mampu mengemukakan pendapatnya maupun menanggapi pertanyaan dan bekerjasama dengan teman.
Dan untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan cara seperti Think-Pair-Share (TPS).Cara seperti Think-Pair-Share atau Berpikir-Berpasangan-Berbagi merupakan salah satu model pembelajaran yang kooperatif. Think-Pair-Share merupakan model pembelajaran yang dikembangkan dengan memberikan penekanan kepada siswa untuk lebih berfikir, mendiskusikan suatu permasalahan dan berbagi. Keunggulan dari Think-Pair-Share adalah
1. dapat meningkatkan kualitas kepribadian anak-anak dalam hal bekerjasama, saling menghargai pendapat orang lain, toleransi,
2. siswa dapat lebih mudah berinteraksi,
3. siswa dapat lebih termotivasi untuk mendukung dan menunjukan minat terhadap apa yang dipelajari pasangan. Sehingga cocok untuk digunakan pada konsep-konsep yang menekankan suatu pemahaman

Dan cara pembelajaran kimia di SMA yang dilakukan dengan cara Think-Pair-Share atau Berpikir-Berpasangan ini dapat dilakukan engan langkah-langkah :

1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa
Guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada pembelajaran tersebut dan memotivasi siswa.
2. Mengajukan permsalahan Thinking (Berpikir)
Guru dapat mengajukan pertanyaan yang berhubungan dengan pelajaran, kemudian siswa diminta untuk berpikir tentang pertanyaan tersebut secara mandiri
3. Mengajak siswa dalam kelompok belajar
Guru meminta siswa agar berpasangan dengan siswa yang lain untuk berdiskusi apa yang telah dipikirkannya pada tahap pertama.Interaksi pada tahap ini diharapkan agar dapat berbagi jawaban apabila telah diajukan pertanyaan atau berbagi ide jika suatu persoalaan khusus telah iidentifikasi.
4. Berbagi dengan seluruh siswa (Sharing)
Pada tahap akhir, guru meminta kepada pasangan untuk berbagi dengan seluruh kelas tentang apa yang telah mereka bicarakan. Ini efektif dilakukan dengan cara bergiliran pasangan demi pasangan dan dilanjutkan sampai sekitar seperempat pasangan telah mendapat kesempatan untuk melaporkan.
5. Melakukan Evaluasi
Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari
6. Memberikan penghargaan atau hadiah
Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok.

Keunggulan model pembelajaran Think-Pair-Share (TPS), sebagai berikut:
1. Memotivasi siswa untuk bisa berfikir sendiri dengan materi yang disampaikan guru.
2. Memberikan kesempatan kepada siswa agar dapat berbagi dengan pasanganya dan mengutarakan hasil pemikiran mereka masing-masing.
3. Dapat meningkatkan kualitas kepribadian anak-anak dalam hal bekerjasama, saling menghargai pendapat orang lain, toleransi.
4. Siswa dapat lebih mudah berinteraksi.
5. Siswa dapat lebih termotivasi untuk mendukung dan menunjukan minat terhadap apa yang dipelajari pasangan.
6. Lebih cepat dan mudah membentuknya.
Kelemahan model pembelajaran Think-Pair-Share, sebagai berikut:
1. Lebih sedikit ide yang muncul.
2. Banyak kelompok yang melapor dan dimonitor.
3. Jika ada perselisihan tidak ada yang menengahi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s