Siklodekstrin

A.      Struktur Siklodekstrin

Siklodekstrin merupakan salah satu jenis pati yang termodifikasi yang dibutuhkan oleh industri-industri seperti industri pangan, industri kosmetik, dan industri farmasi. Siklodekstrin memiliki struktur molekul siklik yang berbentuk torus dan terlihat dengan bagian kulit luar strukturnya bersifat hidrofilik. Sedangkan pada bagian dalam bersifat hidrofobik. Siklodekstrin merupakan oligosakarida yang berbentuk siklis yang tersusun atas beberapa unit glukosa dengan ikatan a-1,4. Senyawa tersebut dapat dihasilkan dari degradasi pati secara enzimatis yang menggunakan siklodekstrin glikosiltransferase (CGTase). Berdasarkan jumlah unit glukosanya, slikodekstrin dapat dibagimenjadi tiga bentuk yaitu a-siklodekstrin yang terdiri dari 6 unit glukosa, b-siklodekstrin 7 unit glukosa dan g-siklodekstrin 8 unit glukosa. Struktur siklodekstrin yang berbentuk seperti silinder yang permukaan luarnya bersifat hidrofilik dan pada bagian dalam rongganya bersifat non polar. Adanya bentuk tersebut mengakibatkan siklodekstrin agar dapat digunakan sebagai komplek penginklusi pada suatu senyawa. Siklodekstrin merupakan senyawa oligosakarida siklis yang banyak digunakan untuk meningkatkan kelarutan bahan obat dengan cara membentuk kompleks inklusi. Kemampuan siklodekstrin membentuk kompleks dengan molekul guest yang ditentukan oleh ukuran relatif rongga siklodekstrin terhadap ukuran molekul guest dan termodinamika interaksinya. Umumnya siklodekstrin adalah alfa meskipun adapula yang merupakan beta dan gamma siklodekstrin masing – masing secara berurutan dengan 6, 7, dan 8 uni glukosa. Siklodekstrin banyak dimanfaatkan dalam bidang farmasi dan pembuatan tablet herbisida dan peptisida. α siklodekstrin dihasilkan dengan penggunaan enzim sikloheksaamilase yang diproduksi oleh Bacillus macerans.Sedangkan β – siklodekstrin dengan menggunakan sikloheptaamilase yang diperoleh dari B- megaterium. Siklodekstrin memiliki sifat dapat larut dalam air dan dapat membentuk kompleks dengan molekul lain baik dalam keadaan padat maupun dalam larutan.

B.      Cara Pembuatan

Siklodekstrin diproduksi dari pati dengan menggunakan enzim siklodekstrin glikolisiltrans ferase. Kebanyakan jenis CGTase seperti yag diproduksi oleh Bacillus memerlukan perlakuan pendahuluan terhadap pati seperti proses likuifikasi diantaranya dengan menggunakan enzim α amilase. Proses pembentukan siklodekstrin oleh CGTase akan berjalan optimal apabila tersedia oligosakarida dengan jumlah monomer yang sesuai yaitu 6, 7, atau 8 monomer glukosa. Penggunaan beberapa kombinasi enzim hidrolase pada proses likuifikasi diharapkan akan membentuk sebanyak mungkin oligosakarida ini sehingga dapat memaksimalkan pembentukan siklodekstrin pada tahap berikutnya

C.      Kegunaan

Penggunaan siklodekstrin telah dilakukan di berbagai industri. Di Industri pangan, siklodekstrin digunakan sebagai bahan enkapsulasi untuk beberapa bahan yang beraroma, vitamin C dan pewarna alami (7), di industri kosmetika digunakan untuk meningkatkan stabilitas minyak parfum terhadap oksidasi dan bau (13), sedangkan di industri farmasi siklodekstrin digunakan sebagai bahan pengkomplek dengan vitamin A, E dan K agar stabil terhadap oksidasi (3). Selain itu, siklodekstrin digunakan di industri untuk memodifikasi aktivitas kimiawi suatu molekul dengan proteksi suatu gugus tertentu, sebagai penstabil emulsi, menutup bau dan rasa dari bahan makanan serta dapat mengurangi kadar kolesterol dan efek toksisitas suatu senyawa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s